Warga Lubuk Kertang, Terpilih Menjadi Pemakalah Pendamping di Seminar Nasional BBSU SUMUT.

Tepat di Hotel Le Polonia Medan 29-30 Agustus 2019 yang lalu, Balai Bahasa Sumatera Utara telah menyelenggarakan Seminar Nasional Kebahasaan dengan tema Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Berbasis Pemikiran Aras Tingkat Tinggi menuju Revolusi Industri 4.0 (HOTS).

Nazaruddin, S.Pd.I merupakan salah satu penduduk warga Desa Lubuk Kertang yang juga merupakan Ka. MTsS Madinatul Ilmi terpilih menjadi Pendamping Makalah. Pada awalnya ia mendapatkan informasi ini dari salah satu group whatsapp Kelas Kritik Esay pada Bulan Juni tahun 2019 yang lalu. Dimana dicari peserta atau pemakalah pendamping dengan syarat mengirimkan naskah makalah dengan tema “Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di era revolusi Industri 4.0.

Alhamdulillah setelah menunggu selama 1 Bulan sampai akhirnya tanggal 7 Agustus 2019 ia mendapatkan undangan berdasarkan surat dari Balai Bahasa Sumatera Utara dengan NO : 1275/G5.02/TU/2019 Hal : Undangan Menyajikan Makalah yang diterima melalui WA,” terangnya di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat Kabupaten Langkat, Selasa (27/8/2019).

Nazaruddin, S.Pd.I merasa sangat senang dapat mewakili Guru Madrasah se-Sumut dan satu-satunya perwakilan dari Langkat. Dimana saat beliau menyampaikan makalah, ia didampingi oleh Penelaah Pemakalah yaitu Dr.Syahnan Daulay M.Pd .

Beberapa Narasumber dan Pemakalah Utama utama dalam seminar ini adalah Prof. Amrin Saragih, Ph.D (Unimed), Prof. Atmazaki, M.Pd. (UNP Padang), dan Dr. Fairul Zabadi (Pusat Perbukuan, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan)

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provsu, Ir. Halen Purba, M.M. selaku mewakili Gubernur Sumatera Utara.

Pembukaan Kegiatan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provsu, Ir. Halen Purba, M.M.

Kegiatan seminar ini diikuti oleh 170 peserta. Dimana terdapat 56 orang pendamping pemakalah. Pendamping Pemakalah ini 2 orang berasal dari luar sumut, yaitu 1 orang berasal dari Jawa timur dan 1 pemakalah dari Lampung.

Foto bareng antara peserta dengan panitia kegiatan.